March 05, 2009
Micheal Heart - We Will Not Go Down In Gaza Tonight
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
January 14, 2009
postingnya orang tentang EPA
| Telah Terbentuk Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJEPA) |
| Dari hasil pertemuan Joint Study Group Indonesia-Jepang dalam rangka pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) antar kedua negara telah berhasil disepakati bahwa sebelum melangkah ke perundingan perlu diadakan studi bersama untuk mengkaji kepentingan kedua belah pihak serta cost-benefit EPA bagi masing-masing negara. |
| Joint Study Group mulai awal bulan Januari 2005 sampai dengan April 2005 tercatat telah melakukan tiga kali pertemuan. Pada pertemuan itu pihak Indonesia diwakili oleh unsur pemerintah, dan unsur swasta oleh KADIN, sedangkan Akademisi dan Lembaga Penelitian diwakili oleh CSIS. Dari hasil pertemuan diperoleh kesepakatan bersama untuk diadakan pembentukan: Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement, Joint Study Group Report yang telah berhasil membahas bidang liberalisasi perdagangan barang dan jasa, fasilitasi dan kerjasama. Study ini melakukan berbagai pembahasan intensif dan juga melakukan tukar pikiran. Akhirnya didapat kesimpulan bahwa perlu diadakan perundingan kearah pembentukan Indonesia-Jepang EPA, seiring (paralel) dengan negosiasi ASEAN-Jepang CEP (yang telah dimulai pada tanggal 1 April 2005 lalu. red). Perundingan selanjutnya akan dilakukan berdasarkan pada prinsip-prinsip bahwa untuk meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara perlu dibahas bidang-bidang yang terkait secara luas dalam meningkatkan liberalisasi, untuk menyempurnakan aturan-aturan, dan meningkatkan kerjasama antar kedua negara. Untuk langkah selanjutnya kedua negara akan memperhatikan kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam: "ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Agreement". Hasil sementara ini kedua negara menyimpulkan bahwa ruang lingkup IJEPA meliputi: Trade in Goods and Services (tariff and Non - Tarif measures, Rules of Origin, Trade Remedies), Custom Prosedures, Trade in Services, Investment, Movement of Natural Persons, Government Procurement, IPR, Competition Policy, Standard and Conformance, Improvement of Business Environment, Cooperation, Dispute Avoidance and Settlement), yang dilanjutkan dengan permasalahan energi serta mineral. |
December 29, 2008
Save Palestine
people in the world..please free palsestinian from the teror of israel....
hope its ending of violence...
December 12, 2008
sebuah kisah..sebuah cerita..
gue juga ga ngerti kenapa gue kaya gini...
gue lagi sayang banget sama seseorang di dekat gue....deket banget malah...tapi entahlah seperti apa bentuk sayang yang gue maksudkan.
di satu sisi gue sayang banget..tapi di sisi lainnya, gue sebel banget ma dia..gue juga ga ngerti dengan perasaan gue ndiri...setiap kali ketemu ma dia, atau berkomunikasi ma dia, hati gue mencelos..serasa comfort banget..
tapi kalo semakin jauh lagi, gue smakin sebel...
bahkan seringnya nyesel, ngapain deket2 ma tuh orang...
tapi kalo ga ketemu or komuniaksi barang sehari aja, gue ampe ngimpi2 ketemu dia..
sebenernya, kalo dikatakan Fall in Love, salah deh..Cz gue ngerasa gue dah ada someone special on my deepest heart even so far away from my life now...
tapi gue ndiri ga ngerti...apakah hati gue bisa di bagi ya..?
kenapa gue tulis di blog ini..?Cz gue dah sumpek dengan kondisi yang sepertinya membuat gue bingung..gue dah nyoba ngalihin perhatian ke kesibukan laen..tapi tetep aja...bahkan gue (gue ya yang ngimpi,bukan orang laen) sempet wett dream ma dia....bayangin deh..dalem banget kan?
dengan seabreg masalah yang sedang gue hadapi dan dengan segudang kesibukan yang sedang gue lakuin, ngapain ne orang tetep menyeruak diantara aktivitas gue.. yang bikin gue sayang ma dia gue juga ga ngerti..cuma karena "senyum kulum"-nya yang selalu diberikan ke gue kalo ketemu..bikin gue ndiri dag-dig-dug...
sering banget aktivitas kami cuma be-dua..kalo lagi gini gue ngerasa hanya dia ma gue aja di dunia ini...sejak lama kami deket seh..cuman gue ngerasa ini kayak gini ya akhir2 ini aja...ga ngerti kalo dia...moga aja seh gitu...kabarnya dia juga putus dari someone special-nya...
tapi pastinya bukan karena gue (ngarep banget ya...?) ada yang bisa ngasi saran ga..? gue harus gimana...?ato orang yang gue sebut "dia" berkenan membaca ini dan ngerasa kalo dialah orangnya, just tell me...komentarnya apa..?
atooooo gue mesti gimanaaaaaaaaaaaaaaa.....?
LUAPAN LUMPUR LAPINDO;
ANALISIS BERDASARKAN PERSPEKTIF TEORI KRITIS (CRITICAL THEORY)

Pengertian Teori Kritis (Critical Theory)
Teori kritis adalah anak cabang pemikiran marxis dan sekaligus cabang marxisme yang paling jauh meninggalkan Karl Marx (Frankfurter Schule). Cara dan ciri pemikiran aliran Frankfurt disebut ciri teori kritik masyarakat “eine Kritische Theorie der Gesselschaft”. Teori ini mau mencoba memperbaharui dan merekonstruksi teori yang membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern. Ciri khas dari teori kritik masyarakat adalah bahwa teori tersebut bertitik tolak dari inspirasi pemikiran sosial Karl Marx, tapi juga sekaligus melampaui bangunan ideologis marxisme bahkan meninggalkan beberapa tema pokok Marx dan menghadapi masalah masyarakat industri maju secara baru dan kreatif.1 Critical theory juga tidak puas dengan keadaan teori Marxian, teori ini mempunyai tujuan menciptakan masyarakat yang bebas dari alienasi. Terutama kecendurangannya menuju determinisme ekonomi. Teori Kritis tidak menyatakan bahwa determinis ekonomi keliru, ketika memusatkan perhatian pada bidang ekonomi, tetapi mereka seharusnya juga memusatkan perhatian pada aspek kehidupan sosial yang lainnya.2
Teori Kritis menjadi inspirasi dari gerakan sosial kemasyarakatan. Gerakan sosial ini dipelopori oleh kaum muda yang pada waktu itu secara historis telah tidak ingat lagi dengan masa kelaparan dan kedinginan pasca perang dunia II. Generasi muda tahun 1960-an telah merasa muak dengan kebudayaan yang menekankan pembangunan fisik dan menekankan faktor kesejahteraan ala kapitalisme. Generasi ini adalah generasi yang secara mendalam meragukan atau menyangsikan kekenyangan kapitalisme dan disorientasi nilai modern. 3
Ciri khas Teori Kritis adalah bahwa teori ini berbeda dengan pemikiran filsafat dan sosiologi tradisional. Pendekatan Teori Kritis tidak bersifat kontemplatif atau spektulatif murni. Teori Kritis pada titik tertentu memandang dirinya sebagai pewaris ajaran Karl Marx, sebagai teori yang menjadi emansipatoris. Teori Kritis tidak hanya mau menjelaskan, mempertimbangkan, merefleksikan dan menata realitas sosial tapi juga bahwa teori tersebut mau mengubah. Pada dasarnya, Teori Kritis mau menjadi praktis.
Rekonseptualisasi dalam pemikiran Teori Kritis adalah maksud dasar teori Karl Marx, yaitu pembebasan manusia dari segala belenggu penghisapan dan penindasan. Pembebasan manusia dari segala belenggu penghisapan dan penindasan berangkat dari konsep kritik. Konsep kritik sendiri yang diambil oleh Teori Kritis berangkat dari 4 (empat sumber) kritik yang dikonseptualisasikan oleh Immanuel Kant, Hegel, Karl Marx dan Sigmund Freud. Kritik dalam pengertian pemikiran Kantian adalah kritik sebagai kegiatan menguji kesahihan klaim pengetahuan tanpa prasangka. Kritik dalam pengertian Hegel didefinisikan sebagai refleksi diri atas tekanan dan kontradiksi yang menghambat proses pembentukan diri-rasio dalam sejarah manusia. Kritik dalam pengertian Marxian berarti usaha untuk mengemansipasi diri dari alienasi atau keterasingan yang dihasilkan oeh hubungan kekuasaan dalam masyarakat. Kritik dalam pengertian Freudian adalah refleksi atas konflik psikis yang menghasilkan represi dan memanipulasi kesadaran. Adopsi Teori Kritis atas pemikiran Freudian yang sangat psikologistik dianggap sebagai pengkhianatan terhadap ortodoksi marxisme klasik.
Menurut teori kritis, individu dalam masyarakat dan interaksi antara individu dengan masyarakat lebih penting ketimbang masyarakat sebagai satu kesatuan. Horkheimer dan Adorno dalam Dialectics of Enlightment mengkritik semua teori modernitas terdahulu, termasuk teori Marx, atas ketidakpeduliannya pada isu yang mereka sebut “dominasi”. Dalam hal ini, mereka menyatakan bahwa teori kritis mereka sendiri lebih merupakan kritik menyeluruh atas peradaban dibandingkan dengan karya Marx yang hanya menerapkan kritiknya kepada kapitalisme.4
Bencana Lapindo Brantas
Lapindo Brantas Inc. adalah salah satu perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi di beberapa wilayah Indonesia. Saham Lapindo Brantas dimiliki 100% oleh PT. Energi Mega Persada melalui anak perusahaannya yaitu PT Kalila Energy Ltd (84,24 persen) dan Pan Asia Enterprise (15,76 persen). Saat ini Lapindo memiliki 50% participating interest di wilayah Blok Brantas, Jawa Timur, Indonesia. Selain Lapindo, participating interest Blok Brantas juga dimiliki oleh PT Medco E&P Brantas (anak perusahaan dari MedcoEnergi) sebesar 32 persen dan Santos sebesar 18 persen. Dikarenakan memiliki nilai saham terbesar, maka Lapindo Brantas bertindak sebagai operator.5
PT. Energi Mega Persada sebagai pemilik saham mayoritas Lapindo Brantas merupakan anak perusahaan Grup Bakrie. Grup Bakrie memiliki 63,53% saham, sisanya dimiliki komisaris EMP, Rennier A.R. Latief, dengan 3,11%, Julianto Benhayudi 2,18%, dan publik 31,18% [1]. Chief Executive Officer (CEO) Lapindo Brantas Inc. adalah Nirwan Bakrie yang merupakan adik kandung dari pengusaha dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu, Aburizal Bakrie.6
PT. Lapindo Brantas Inc telah menyebabkan peristiwa sosial (social affair) yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur, sangat popular dengan kasus istilah luapan lumpur. Kasus ini sudah berjalan selama lebih dari dua tahun, dampak yang ditimbulkan dari luapan lumpur ini sangat besar nilainya, berbagai infrastruktur baik industri, pendidikan, pemerintahan, sosial, pertanian, perdagangan, peribadatan. Kerusakan berbagai infrastruktur ini menimbulkan dampak sosial yang sangat besar bagi masyarakat yang terkena luapan lumpur. Masyarakat harus kehilangan tempat tinggal, pekerjaan dan mata pencaharian yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Masyarakat harus rela menempati tempat penampungan sementara yang disediakan Pemda Kabupaten Sidoarjo. Dampak sembuaran ini diantaranya :7
Lumpur menggenangi duabelas desa di tiga kecamatan. Semula hanya menggenangi empat desa dengan ketinggian sekitar 6 meter, yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk diungsikan serta rusaknya areal pertanian. Luapan lumpur ini juga menggenangi sarana pendidikan dan Markas Koramil Porong. Hingga bulan Agustus 2006, luapan lumpur ini telah menggenangi sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Porong, Jabon, dan Tanggulangin, dengan total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 8.200 jiwa dan tak 25.000 jiwa mengungsi. Karena tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur.
Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain: lahan tebu seluas 25,61 ha di Renokenongo, Jatirejo dan Kedungcangkring; lahan padi seluas 172,39 ha di Siring, Renokenongo, Jatirejo, Kedungbendo, Sentul, Besuki Jabon dan Pejarakan Jabon; serta 1.605 ekor unggas, 30 ekor kambing, 2 sapi dan 7 ekor kijang.
Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini.
Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja.
Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD, SMP), Markas Koramil Porong, serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon)
Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1.683 unit. Rinciannya: Tempat tinggal 1.810 (Siring 142, Jatirejo 480, Renokenongo 428, Kedungbendo 590, Besuki 170), sekolah 18 (7 sekolah negeri), kantor 2 (Kantor Koramil dan Kelurahan Jatirejo), pabrik 15, masjid dan musala 15 unit.
Kerusakan lingkungan terhadap wilayah yang tergenangi, termasuk areal persawahan
Pihak Lapindo melalui Imam P. Agustino, General Manager PT Lapindo Brantas, mengaku telah menyisihkan US$ 70 juta (sekitar Rp 665 miliar) untuk dana darurat penanggulangan lumpur.
Akibat amblesnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur, pipa air milik PDAM Surabaya patah [2].
Meledaknya pipa gas milik Pertamina akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan sekitar 2,5 kilometer pipa gas terendam [3].
Ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan, dan mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternatif, yaitu melalui Sidoarjo-Mojosari-Porong dan jalur Waru-tol-Porong.
Tak kurang 600 hektar lahan terendam.
Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik di empat desa serta satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat difungsikan.
Analisa dalam perspektif Critical Theory
Menurut teori kritis bahwa masyarakat harus terbebas dari alienasi, dalam hal kasus korban lumpur Lapindo adalah bahwa masyarakat Porong yang menjadi korban terdampak lumpur Lapindo kehilangan kehidupannya. Bukan hanya harta benda dan ekonomi, tapi juga kehidupan secara menyeluruh. Teori kritis menganggap ini sebagai bentuk alienasi masyarakat dari kehidupannya. Sejak duabelas desa di tiga kecamatan ini terendam lumpur, secara otomatis kehidupan politik, sosial dan ekonominya tercerabut dari akar semestinya.
Kerugian yang ditanggung oleh masyarakat Porong khususnya tidak hanya secara ekonomi, namun lebih parah adalah dampak sosial. Secara ekonomi, kerugian yang ditanggung oleh masyarakat porong sangat besar. Dari analisis berbagai media massa menyebutkan lebih dari trilyun rupiah kerugiannya setiap tahun. Belum lagi kerugian ekonomi Jawa Timur dan juga kerugian ekonomi Indonesia akibat lumpur Lapindo ini. tentu sangat besar dan merugikan banyak pihak.
Akan tetapi, kerugian pada kehidupan sosial tidak terhitung dalam rupiah justru lebih banyak merugikan masyarakat Porong. Bagaimana tatanan masyarakat porong menjadi kacau dan tidak normal lagi, selain itu banyak yang trauma dengan kehidupan yang terjadi di Porong sejak adanya luapan lumpur Lapindo ini. secara tertulis dapat dikatakan bahwa masyarakat korban lumpur juga merasakan dampak sosial yang besar, oleh madzhab teori kritis disebutkan bahwa seharusnya tidak hanya ekonomi yang menjadi titik perspektif analisa namun juga dari segi sosial.
Selain dari segi ekonomi dan sosial, juga terjadi lingkungan fisik yang rusak, kesehatan warga setempat juga terganggu. menurut tim ahli ITS yang membidangi penanganan lingkungan menyatakan bahwa lumpur panas Lapindo di Sidoarjo bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan iritasi kulit. Dia menjelaskan lumpur tersebut juga mengandung bahan karsinogenik yang, bila menumpuk di tubuh, bisa menyebabkan penyakit serius seperti kanker. Selain itu, jika masuk ke tubuh anak secara berlebihan, bisa mengurangi kecerdasan. Lily mengatakan, berdasarkan analisis sampel air di tiga lokasi berbeda, dari 10 kandungan fisika dan kimia yang dijadikan parameter, 9 di antaranya telah jauh melampaui baku mutu limbah cair sesuai dengan surat keputusan Gubernur Jawa Tengah. Kandungan logam berat (Hg), misalnya, mencapai 2,565 mg/liter Hg. Padahal baku mutunya hanya 0,002 mg/liter Hg.8
Jadi, seperti menurut para tokoh teori kritis yang menyebutkan jika sesuatu itu tidak hanya dilihat dari perspektif ekonomi saja akan tetapi secara kompleks, yakni sosial, politik, lingkungan dan masih banyak lagi perspektif yang dapat diambil oleh penganalisa.
1 http://ekawenats.blogspot.com/2006/06/teori-kritis-dan-varian-paradigmatis.html
2 George Ritzer, Dkk. 2004. Teori Sosiologi Moderen. Jakarta. Kencana. Hal 176
3 http://ekawenats.blogspot.com/2006/06/teori-kritis-dan-varian-paradigmatis.html
4 Ben Agger. 2003, Teori Sosial Kritis. Yogyakarta. Kreasi Wacana. Hal 170
5 http://222.124.164.132/article.php?sid=135129 diakses tanggal 18 Agustus 2008
6 Ibid.
7 http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo_2006 diakses tanggal 18 Agustus 2008
8 Koran Tempo, 16/6/06
DAMPAK PATRIARKI TERHADAP KONFLIK YANG TERJADI DI INDONESIA
Pengertian Feminisme
Sebelum beranjak terhadap analisis mengenai dampak patriarki terhadap konflik yang terjadi di Indonesia, alangkah lebih baiknya jika dibuat “kacamata” terlebih dahulu untuk menganalsisnya. Ada beberapa teori mengenai Feminisme, diantaranya :
Feminisme liberal
Perspektif ini dirumuskan Mary Wallstonec Ralf (1759-1799) dalam tulisannya a vindication of the right of right of woman dan John Stuart Mill dalam The Subjection of Woman kemudian Betty Friedan dalam tulisannya The Feminime Mistyque dan The second Stage.
Mereka menekankan bahwa subordinasi perempuan berakar dalam keterbatasan hukum dan adat yang menghalangi perempuan masuk ke lingkungan publik. Perempuan dianggap kurang memiliki intelektualitas dan kemampuan fisik sehingga tidak sanggup menjalankan peran di lingkungan publik. Feminisme radikal kemudian menyangkal anggapan tersebut berdasarkan konsep liberal tentang hakikat manusia bahwa manusia memiliki kemampuan yang bisa dibedakan dengan binatang yaitu moralitas-pembuat keputusan yang otonom-dan prudentialitas-pemenuhan kebutuhan diri sendiri sehingga manusia mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memajukan dirinya.
Feminisme Marxis
Reaksi terhadap pemikiran Feminisme Liberal, Feminisme Marxis bependapat bahwa ketertinggalan perempuan bukan disebabkan tindakan individu secara sengaja tapi akibat dari struktur sosial, politik dan ekonomi yang dekat dengan kapitalisme.
Fokus Feminisme Marxis berkisar pada hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan perempuan, pranata keluarga dikaitkan dengan sistem kapitalisme. Pekerjaan perempuan dalam mengurus rumah tangga dianggap tidak penting dan dianggap bukan pekerjaan. Ganjalan Feminisme Marxis yaitu sekalipun perempuan diberi kesempatan untuk bekerja di luar rumah tapi jika mereka tidak dibebaskan dari tugas rumah tangga maka iu hanya akan menambah beban kerja mereka.
Tokoh-tokohnya antara lain Dalla Costa & Selma James, Nancy Holmstrom. Perhaitan feminisme marxis kini tertuju pada ketidakadilan secara seksual yang berlaku di tempat kerja.
Feminisme Radikal
Perspektif ini lebih pada reproduksi dan seksualitas perempuan. Asumsi dasarnya adalah patriarki oleh karena itu sistem patriarki tidak saja harus dirombak tapi juga harus dicabut sampai ke akar-akarnya.
Adrienne Rich percaya bahwa laki-laki iri dan merasa takut akan kemampuan reproduktif perempuan sebab kehidupan manusia ada di tangan perempuan. Perempuan mampu memelihara kehidupan tapi juga mampu merusak hidup. Oleh karena itu kemampuan ini harus dibatasi. Tokoh lain yaitu Kete Millet lebih pada melihat masalah seksualitas perempuan. Asumsi dasarnya bahwa seks itu politik. Penguasaan laki-laki atas ranah domestik dan publik adalah patriarki, maka untuk membebaskan perempuan dari lingkaran ini adalah dengan menghapus kekuasaan laki-laki tersebut.
Feminisme Psikoanalisis
Perspektif ini bertolak dari teori Freud tentang seksualitas sebagai unsur yang krusial dalam pengembangan hubungan jender. Kritikan diperoleh dari kaum feminis seperti Betty Friedan, Kate Millet, Shulamit Firestone karena mereka tidak setuju teori Freud yang mengatakan bahwa keadaan biologis perempuan dan laki-laki adalah faktor penentu kekuasaan yang patriarki dalam masyarakat dan keluarga.
Kaum feminisme Psikoanalisis menganalisis tahap pra-oedipus kompleks berasumsi bahwa tahapan psikoseksual tersebut adalah kunci untuk memahami seksualitas dan jender yang timpang dimana perempuan pada posisi subordinat. Tokohnya yaitu Freud, Dinnertein, Chodorow, Juliet Mitchell.
Feminisme Sosialis
Feminisme sosialis muncul karena tidak puas terhadap analisis Feminisme Marxis yang berdasarkan pemikiran marxis yang buta jender. Asumsi Feminisme Sosialis adalah hidup dalam masyarakat kapitalis bukan penyebab utama keterbelakangan perempuan. Feminisme Radikal, sebaliknya telah memberikan analisis tentang jender. Feminisme psikoanalisis gagal mengartikulasi dasar materil bagi ketertindasan perempuan dan struktur kejiwaan.
Feminisme Sosialis mengembangkan dua pendekatan yaitu :
Teori yang menggabungkan penjelasan tentang patriarki yang non materialis dengan kapitalisme yang materialis dengan penjelasan kapitalisme yang materialis. Teori ini menjelaskan patriarki dn kapitalisme adalah bentuk-bentuk hubungan sosial khusus. Teori berganda ini sangat kompleks.
Teori ‘Unifled – system theory ‘, pembagian kerja berdasarkan jender sebagai konsep tunggal. Teori ini berusaha menganalisis kapitalisme dan patriarki bersama-sama dengan dengn menggunakan satu konsep.1
Pengertian Patriarki dan Konflik di Indonesia
Patriarki adalah tata kekeluargaan yang sangat mementingkan garis turunan bapak, lihat: Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, cet. Balai Pustaka, cet. 3, 1990, hlm. 654. Secara etimologi, patriarki berkaitan dengan sistem sosial di mana ayah menguasai seluruh anggota keluarganya, harta miliknya, serta sumber-sumber ekonomi. Ia juga yang membuat semua keputusan penting bagi keluarga. Dalam sistem sosial, budaya (juga keagamaan), patriarki muncul sebagai bentuk kepercayaan atau ideologi bahwa laki-laki lebih tinggi kedudukannya dibanding perempuan; bahwa perempuan harus dikuasai bahkan dianggap sebagai harta milik laki-laki.2
Menurut Bhasin menjelaskan bahwa kata patriarki secara harafiah berarti kekuasaan bapak atau “patriakh (patriarch)”. Pada awalnya patriarki digunakan untuk menyebut suatu jenis “keluarga yang dikuasai oleh kaum laki-laki”, yaitu rumah tangga besar patriarch yang dikuasai oleh laki-laki (Bhasin, 1996, p.1). Secara detail, patriarki merujuk pada sebuah bentuk organisasi rumah tangga dimana laki-laki mendominasi anggota keluarga yang lain dan mengontrol produksi ekonomi rumah tangga. Patriarki dipandang sebagai ideologi bagaimana laki-laki mendominasi. Masyarakat yang patriarkis adalah masyarakat yang dimana laki-laki memiliki kekuatan dan kontrol. Perempuan biasanya dieksploitasi, dirugikan dan mempunyai status yang lebih rendah.
Kultur patriarki mempengaruhi pola pikir masyarakat. Perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan, baik bagi kaum laki-laki dan terutama terhadap kaum perempuan. Ketidakadilan gender termanifestasikan dalam pelbagai bentuk ketidakadilan yaitu marginalisasi atau proses pemiskinan ekonomi, subordinasi anggapan tidak penting dalam keputusan politik, pembentukan stereotipe atau melalui pelabelan negatif, kekerasan, beban kerja yang panjang dan lebih banyak serta sosialisasi ideologi peran gender (Fakih, 1999 : 12-13). Sementara itu peran-peran sub ordinasi paling umum diperankan oleh perempuan dalam hubungan kekuasaan: perempuan berperan sebagai korektor (fixer), ia ingin hubungan itu stabil, harmonis dan menyenangkan; perempuan sebagai penyenang (pleaser), ia mencoba memenuhi harapan laki-laki; perempuan sebagai suhada (martyr) : ia ingin pasangannya hidup senang sekalipun mengorbankan dirinya. Ketidakadilan gender yang ada dalam suatu rumah tangga akan menghasilkan konflik diantara suami istri yang jika dibiarkan terus berlanjut akan mengakibatkan perceraian. Hubungan perkawinan antar suami dan istri merupakan ikatan sentral persatuan keluarga di dalam masyarakat, apabila ikatan ini pecah, keluarga juga akan pecah. (Ihromi, 1999 : 167).3
Dalam kehidupan rumah tangga, laki-laki ditempatkan secara budaya sebagai kepala rumah tangga sedangkan istri sebagai ibu rumah tangga dimana posisinya selalu berada di bawah dominasi laki-laki. Perempuan dipandang lebih utama untuk berkiprah di sektor domestik, membersihkan rumah, memasak, mencuci, dan mengasuh anak. Jika ia bekerja di sektor publik, disamping harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan kodratnya, dia tetap sebagai pembantu suami dalam memenuhi kebutuhan nafkah keluarga.
Konflik di dalam masyarakat Indonesia dapat diawali dari konflik rumah tangga, hal ini terjadi karena rumah tangga merupakan komunitas terkecil yang memiliki pemahaman patriarki. Secara keseluruhan (kecuali Minagkabau), masyarakat Indonesia menganut patriarki sehingga pemikiran laki-laki lebih dominan dalam masyarakat pun semakin kuat.
Sebagian besar konflik yang terjadi dikarenakan maskulinitas kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Hanya sedikit yang mempertimbangkan ke-femininitasan. Masyarakat Indonesia secara kultural memang sangat kental dengan adat patriarki. Hampir semua konflik yang terjadi karena adanya kebijakan penyelesaian dengan kekerasan. Bahkan, ketika Presiden Indonesia perempuan yakni Megawati Soekarnoputri pun menggunakan kebijakan Daerah Operasi Militer (DOM) bagi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menggunakan kekuatan militer yang sangat membuat traumatis bagi masyarakat Aceh.
1 http://www.kabarpapua.com//modules.php?name=News&file=print&sid=346
2 http://simoelmughni.multiply.com/journal/item/70
3 http://yolagani.wordpress.com/2007/11/23/campursari-ala-didi-kempot-perempuan-dan-laki-laki-jawa-mendobrak-patriarki/
